MUSNAHKAN
DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI !
Tahukah
Anda bahwa indonesia merupakan pemakai sedotan plastik tertinggi di dunia ?
kebanyakan sampah plastik di indonesia adalah sampah sedotan plastik. Data
menunjukkan perkiraan pemakaian sedotan di indonesia setiap harinya menvapai
93.244.847 batang (Divers Clen Action) dan per
tahunnya Indonesia menyumbang hingga 1,29 juta metrik ton sampah plastik yang
berakhir ke lautan. Angka ini setara dengan 215 ribu ekor gajah jantan afrika
dewasa berbobot 6 ton. Jumlah sedotan sebanyak itu jika direntangkan akan
mencapai jarak 16.784 km, atau sama dengan dengan jarak yang ditempuh dari
Jakarta ke kota Meksiko. Dihitung per minggu, pemakaian sedotan akan mencapai 117.449
km, atau hampir tiga kali keliling bumi. Jarak satu keliling Bumi adalah 40.075
km (beritataga.id
).
![]() |
| Sumber : Katadata.co.id |
Sungguh miris bukan ? jumlah tersebut terbilang fantastis sekaligus mengkhawatirkan, tanpa disadari dengan kita memakai sedotan plastik turut serta dalam menghancurkan bumi dengan sangat cepat. Masih banyak masyarakat indonesia beranggapan hal tersebut bukan masalah besar dan tidak memberikan pengaruh yang besar untuk mereka saat ini. Penggunaan bahan palstik menjadi hal yang lazim di kalangan masyarakat, padahal sampah plastik yang mereka buang membutuhkan 500 – 1000 tahun untuk benar-benar terurai secara alami, mungkin saat ini plastik pertama yang diproduksi oleh manusia masih terombang-ambing di lautan dalam bentuk yang sama dan belum terurai.
Di indonesia issu bahaya sedotan plastik belum terlalu
populer. Di negara maju seperti inggris, america, paris, dan lainnya, sejumlah
lembaga swadaya masyarakat sudah mulai bergerak aktif menyadarkan masyarakat
agar tidak lagi menggunakan sedotan saat membeli minuman. Sampah sedotan
plastik dapat mencemari lingkungan dalam jangka waktu yang sangat lama
dikarenakan sifat plastik yang tidak mudah terurai. Jika pemakaian sedotan dan
plastik tidak dikendalikan mulai dari sekarang, kelangsungan lingkungan hidup makhluk
hidup di Bumi bisa terancam.
Lalu sampai kapan kita akan menggunakan sedotan plastik dan
berdiam diri tanpa sebuah aksi ?
Melihat fakta tersebut saya tergerak untuk mengajak seluruh
masyarkat indonesia khususnya dari keluarga terdekat untuk menolak penggunaan
sedotan plastik sekali pakai saat memesan minuman di restoran maupun di luar
karena faktanya sedotan tidak dapat didaur ulang dan sebagian besar sampah
sedotan hanya akan berakhir di pembuangan atau laut.


0 Comments