SALAH PILIH JURUSAN DI BIDANG KESEHATAN. TERUS HARUS GIMANA ???
Pernah
merasakan tidak, ditengah semester kalian tidak semangat dan kurang percaya
diri dengan jurusan yang kalian pilih ?? Yap, hal itu pernah terjadi dengan
saya, dan tentu mungkin pernah terjadi pada kalian. Terus Harus bagaimana ?
sebenernya tergantung diri kalian masing-masing menanggapi keadaan seperti itu.
Namun saya akan berbagi mengalaman saya dalam mengatasi hal tersebut.
Proses pemilihan jurusan bagi setiap orang atau mahasiswa
berbeda-beda antara satu individu dengan yang lainnya. Ada yang masuk jurusan
tertentu karena memang suka dengan bidang ilmu tersebut, ada juga yang mungkin
terpaksa karena keadaan ekonomi sehingga memilih jurusan yang paling
terjangkau, ada yang milih jurusan yang relevan dengan tempat kerjanya, ada
juga yang memilih jurusan tertentu karena dipaksa oleh orang tua, mungkin ada
juga orang yang memilih jurusan tertentu karena nama jurusannya terdengar keren.
Ada banyak jurusan yang bisa kalian pilih, salah satunya jurusan di bidang
kesehatan, seperti halnya pilihan saya.
Jurusan di bidang kesehatan
bukan lah murni pilihan saya, namun kedua orang tua saya yang mengharapkan agar
salah satu anaknya menjadi tenaga kesehatan. Sebagai anak yang ingin mewujudkan
harapan orang tua, dengan mantap saya meyakinkan diri bahwa ini adalah jalan
hidup atau takdir saya. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tidak terasa
sudah setengah semester saya lalui dengan perasaan hambar dan perasaan tidak
diundang itu tiba-tiba muncul, tidak percaya diri dengan jurusan yang saya
pilih dan bahkan tidak semangat untuk melanjutkan aktivitas perkuliahan.
Suatu ketika, saya
merasa berada pada titik jenuh dalam hidup saya. Saya menangis dan meratapi
nasib saya. Ada perasaan menyesal yang hadir dalam diri saya. Tiga hari berlalu
saya meratapi nasib saya, hingga suatu ketika saya bertemu dengan seorang anak laki-laki
berusia sekitar 9 tahun dipersimpangan jalan
di daerah tempat saya tinggal sekarang. Anak laki-laki tersebut menangis
tersedu dalam diam saat melihat anak seusianya menggunakan seragam sekolah bersiap
untuk sekolah. Dari situlah saya sadar, bahwa saya lebih beruntung daripada
orang lain diluar sana, masih banyak diluar sana yang tidak seberuntung kalian
yang bisa sekolah atau kuliah.
“Jadilah
Pahlawan untuk Diri Kalian Sendiri” “Life Must Go on”
Saat itu saya
mengambil keputusan terberat dalam hidup saya, segera bergerak. Bergerak dalam
artian saya tetap memutuskan untuk melanjutkan perkuliahan saya di bidang
kesehatan, dengan segala tekanan batin saya lalui hingga akhirnya saya bisa
melalui nya sampai dengan semester 6 dan insya allah sampai lolos saya akan
lalui karena ALLAH SWT. Dan Orang tua saya tercinta.
UNTUK KALIAN, saya
sarankan agar segera bergerak. Renungkan, pikirkan kelebihan dan kekurang dari
keputusan yang akan kalian pilih selanjutnya. Yakinkan diri kalian bahwa
pilihan yang akan kalian pilih dapat dipertanggung jawabkan. Mungkin ini akan
menjadi hal yang sangat sulit bagi kalian, tapi ini adalah sesuatu yang HARUS
DIHADAPI. Saatnya MENGAMBIL KEPUTUSAN. Kalian sendirilah yang menentukan,
apakah tetap melanjutkan perjalanan di jurusan kalian atau kalian memutuskan
untuk pindah. Pertimbangkan dari berbagai sudut pandang, jangan merasa bahwa
kalian yang paling benar, kalau kalian mantap memutuskan terus maju, maka
majulah tanpa ragu dan selesaikan semua dengan sebaik-baiknya.
0 Comments